OOP atau Object Oriented Programming adalah teknik pemrograman berbasis object. Pemrograman dibagi dalam object-object kemudian di dalam object-object ini ada property dan method.
nah, sekarang apa itu property??
Property ini lebih dikenal dengan variable yang bersifat public dan method ini merupakan function. Object-object ini bisa diperluas lagi dengan inheritance atau turunan. Object-object turunan ini biasa dipakai untuk membuat object yang merupakan modifikasi dari object lain.
Yang termasuk ke dalam OOP itu ada 3 (tiga) nih gan :
1. Usecase Diagram yaitu Menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. kegunaan usecase diagram : Menggambarkan kebutuhan system dari sudut pandang user, Mengfokuskan pada proses komputerisasi (automated processes), dan Menggambarkan hubungan antara use case dan actor. Use case diagram terdiri dari :
1. Usecase Diagram yaitu Menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. kegunaan usecase diagram : Menggambarkan kebutuhan system dari sudut pandang user, Mengfokuskan pada proses komputerisasi (automated processes), dan Menggambarkan hubungan antara use case dan actor. Use case diagram terdiri dari :
- Use case : dibuat berdasar keperluan actor, merupakan “apa” yang dikerjakan system, bukan “bagaimana” system mengerjakannya
- Actors : menggambarkan orang, system atau external entitas / stakeholder yang menyediakan atau menerima informasi dari system
- Relationship, dibagi menjadi 2 (dua) : Association :
- Associations digunakan untuk menggambarkan bagaimana actor terlibat dalam use case dan Generalization : Generalization/inheritance dipakai ketika ada sebuah keadaan yang lain sendiri/perlakuan khusus (single condition)
- System boundary boxes (optional) : Digambarkan dengan kotak disekitar use case, untuk menggambarkan jangkauan system anda (scope of of your system)
- Packages (optional).
2. Activity Diagram adalah menggambarkan proses bisnis dan urutan aktivitas dalam sebuah proses. Dipakai pada business modeling untuk memperlihatkan urutan aktifitas proses bisnis, struktur diagram ini mirip flowchart atau Data Flow Diagram (DFD) pada perancangan terstruktur. Adapun manfaat memakai activity diagram ini adalah merancang terlebih dahulu dalam memodelkan sebuah proses untuk membantu memahami proses secara keseluruhan.
3. Class Diagram
Class : adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek.
Class Diagram : Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain.
Hubungan Antar-Kelas dalam Class Diagram, antara lain sebagai berikut :
- Asosiasi, yaitu hubungan statis antar class. Umumnya menggambarkan class yang memiliki atribut berupa class lain, atau class yang harus mengetahui eksistensi class lain. Panah navigability menunjukkan arah query antar class.
- Agregasi, yaitu hubungan yang menyatakan bagian (“terdiri atas..”).
- Pewarisan, yaitu hubungan hirarkis antar class. Class dapat diturunkan dari class lain dan mewarisi semua atribut dan metoda class asalnya dan menambahkan fungsionalitas baru, sehingga ia disebut anak dari class yang diwarisinya. Kebalikan dari pewarisan adalah generalisasi.
- Hubungan dinamis, yaitu rangkaian pesan (message) yang di-passing dari satu class kepada class lain. Hubungan dinamis dapat digambarkan dengan menggunakan sequence diagram yang akan dijelaskan kemudian.
okee gan cukup sekian ilmu yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat :)
sumber : Eprints.binadarma.ac.id